Evaluasi Jenis Pengisi dan Rasio Madu : Bahan Pengisi dalam Pembuatan Bubuk Madu dengan Metode Pengeringan Buih
(Evaluation of Honey Ratio and Type of Filler : Filler Agent of Honey Powder Production by Drying Foam Method)
Evaluasi Jenis Pengisi dan Rasio Madu : Bahan Pengisi dalam Pembuatan Bubuk Madu dengan Metode Pengeringan Buih
(Evaluation of Honey Ratio and Type of Filler : Filler Agent of Honey Powder Production by Drying Foam Method)
Veronica Lydia S
Alumnus Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
Simon Bambang Widjanarko
Dosen Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
Siti Narsito Wulan
Dosen Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
DOI:
ABSTRACT
Madu merupakan komoditas yang banyak diperlukan industri farmasi, kosmetik, dan makanan, di samping konsumsi sehari-hari. Penggunaan madu dalam industri pangan semakin meningkat. Penyediaan madu dalam bentuk bubuk dapat mempermudah penggunaan madu. Untuk membuat bubuk madu diperlukan bahan pengisi. Jenis pengisi dan rasio madu: pengisi dalam pembuatan bubuk madu dievaluasi berdasarkan sifat fisik, kimia, dan organoleptik. Jenis pengisi yang digunakan adalah maltodekstrin dan dekstrin; dengan rasio madu: pengisi 70:30, 60:40, dan 50:50. Mutu bubuk madu terbaik berdasar sifat fisikokimia didapatkan dari kombinasi jenis pengisi maltodekstrin dengan rasio madu: pengisi = 60:40. Mutu terbaik berdasar sifat organoleptik dihasilkan dari kombinasi maltodekstrin dengan rasio madu: pengisi 50:50.
Keywords: bubuk madu, pengeringan buih, rasio bahan pengisi
REFERENCES
Anonim (2001a). HMF. http://www.airborne.co.nz/HMFref.html Tanggal akses 2 Agustus 2004
Anonymous (2003c). Carbohydrates and The Sweetness of Honey. http://www.nhb.org/download/factsht/carb.pdf Tanggal akses 15 Juli 2004
-------- (2003d). Hydroxymethyl Furfural. http://www.nhb.org/foodtech/tgloss.html Tanggal akses akses 19 November 2004
-------- (2004). Aspek Teknis Produksi Lebah Madu
http://www.bi.go.id/sipuk/lm/ind/madu/produksi.htm. Tanggal akses 19 November 2004
-------- (2005a). Sweetener and Sugar Cookery. http://wps.prenhall.com/chetbennion_introductfood_12/0,9067,1294420--1294438,00.html Tanggal akses 22 Juli 2005
--------- (2005b ). Water. www.abdn.ac.uk/~ bch118/04-5mbchwater.doc Tanggal akses 22 Juli 2005
--------- (2005e). Dextrins.
http://www.santoshstarch.8k.com/favorite_links.htm Tanggal akses 26 Agustus 2005
AOAC (1999). Official Method of Analysis. 16th Edition. Association of Official Analytical Chemist. Gaithersburg. Maryland
Apriyantono A , Fardiaz D, Puspitasari NL, Sedarnawati dan Budiyanto s (1989). Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. PAU IPB. Bogor
Daniel WW (1989). Statistik Non-Parametrik Terapan. Gramedia. Jakarta
De Garmo, Sullivan EP and Canada CR (1984). Engineering Economy. Seventh Edition. MacMillan. New York
De Man JM (1997). Kimia Makanan. Terjemahan oleh Kosasih Padnawinata. ITB. Bandung
Fennema OR (1996). Food Chemisty. Third Edition. Marcell Dekker, Inc. New York
Firdaus Z (2005). Pembuatan Bubuk Sari Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) Jenis Bubur dengan Metode Foam-Mat Drying. Kajian Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Bahan Pengisi terhadap Sifat Fisik-Kimia dan Organoleptik. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang
Hui (1992). Encyclopedia of Food Science and Technology. Wiley Interscience Publication. New York
Khuroidah L (2004). Pembuatan Krim Madu. Kajian Jenis Madu dan Konsentrasi Dekstrosa Monohidrat terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Organoleptik Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang
Lesyana I (2004). Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Bahan Pengisi pada Pembuatan Bubuk Sari Buah Tomat (Licopersicon esculentum Mill) dengan Metode Foam-mat Drying. Skripsi. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya. Malang
Nurika I (2000). Pengaruh Konsentrasi Dekstrin dan Suhu Inlet Spray Drying terhadap Stabilitas Warna Bubuk Pewarna dari Ekstrak Angkak. Tesis. Universitas Brawijaya. Malang
Poedjiadi A (1994). Dasar-dasar Biokimia. UI Press. Jakarta
Puspaningrum D (2003). Pengaruh Jenis Bahan Pengisi dan Proporsi Filtrat: Bahan Pengisi terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Organoleptik Bubuk Sari Buah Jambu Biji. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang
Rahayu WP (2001). Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Fakultas Pertanian IPB. Bogor
Sudarmadji S, Haryono B dan Suhardi (1997). Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Hasil Pertanian. Liberty. Yogyakarta
Sumoprastowo RM dan Suprapto RA (1980). Beternak Lebah Madu Modern. Bhatara Karya Aksara. Jakarta
Suryanto R (2000). Pembuatan Bubuk Sari Buah Sirsak (Annona muricata L.) dari Bahan Baku Pasta dengan Metode Foam-mat Drying. Tesis. Program Pascasarjana. Universitas Brawijaya. Malang
Stephen AM (1995). Food Polysaccharide and Their Application. Marcell Dekker, Inc. New York
Yitnosumarto S (1993). Percobaan, Perancangan, Analisis, dan Interpretasinya. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Yuwono S dan Susanto T (1998). Pengujian Fisik Pangan. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya. Malang
Zeleny M (1982). Multiple Criteria Decision Making. McGraw Hill. New York
Published
20-12-2007
Issue
Vol. 1 No. 2 2007: Jurnal Agroteknologi
Pages
123-133
License
Copyright (c) 2007 Jurnal Agroteknologi
How to Cite
Lydia S, V., Widjanarko, S.B., & Wulan, S.N. (2007). Evaluasi jenis pengisi dan rasio madu : bahan pengisi dalam pembuatan bubuk madu dengan metode pengeringan buih. Jurnal Agroteknologi, 1(2), 123-133.