Kualitas Mutu Sayur Kasepak (Kangkung, Selada, dan Pakcoy) dengan Sistem Budidaya Akuaponik dan Hidroponik
(Quality of Kasepak Vegetables (Water Spinach, Lettuce and Bok Choi) using Aquaponic and Hydroponic System)
Kualitas Mutu Sayur Kasepak (Kangkung, Selada, dan Pakcoy) dengan Sistem Budidaya Akuaponik dan Hidroponik
(Quality of Kasepak Vegetables (Water Spinach, Lettuce and Bok Choi) using Aquaponic and Hydroponic System)
Laela Endah Rahmadhani
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
Laily Ilman Widuri
Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
Parawita Dewanti
Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/j-agt.v14i01.15481
ABSTRACT
Aquaponic is considered one of alternative culture system to improve production and quality of leafy vegetables by combining soil less culture and fish farming. Utilization of fish manure contained in waste water provides nutrient sources for growing plants. Three kinds of leafy vegetables including water spinach (Ipomoea aquatica F.), green coral lettuce (Lactuca sativa L.), and bok choi (Brassica rapa L.) were grown using both aquaponic and hydroponic system at the Green House in Serut village, Panti District, Jember Regency, from April to June 2019. Productions of each leafy vegetable were evaluated on both culture systems. Water spinach represented 29.12% higher production in aquaponic than hydroponic system, shown by significant value in plant height, number of leaves, root volume, and leaf fresh weight. Otherwise, bok choi production displayed 17.03% increased in hydroponic than aquaponic system. However, leaf production of lettuce was not significant between hydroponic and aquaponic system. Lettuce production in aquaponic only 1.90% lowest than hydroponic system indicated that lettuce was appropriate to cultivate in both farming systems.
Keywords: aquaculture, Brassica rapa L., leaf fresh weight, Ipomoea aquatica F., Lactuca sativa L., soil less culture
REFERENCES
Andreeilee, B.F., Santoso, M., dan Nugroho, A. 2014. Pengaruh jenis kompos kotoran ternak dan waktu penyiangan terhadap produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa sub.chienensis) organik. Produksi Tanaman, 2 (3): 190-197.
Andriyeni, A., Firman, F., Nurseha, N., dan Zulkhasyni, Z. 2017. Studi potensi hara makro air limbah budidaya lele sebagai bahan baku pupuk organik. Agroqua, 15 (1): 71-75.
Darwin, H.P. 2012. Pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi sayuran daun kangkung, bayam dan caisin. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti), pp. 300-306. UPN “Veteran” Jatim, Surabaya, 13-14 November 2012.
Delaide, B., Goddek, S., Gott, J., Soyeurt, H. and Jijakli, M.H. 2016. Lettuce (Lactuca sativa L. var. Sucrine) growth performance in complemented aquaponic solution outperforms hydroponics. Water, 8 (10): 467.
Eckert, D.J. 1987. Soil Test Interpretations: Basic Cation Saturation Ratios and Sufficiency Levels. In: Soil Testing: Sampling, Correlation, Calibration, and Interpretation (Ed) J.R.Brown Madison,WI:SSSA, pp: 53-64.
Effendi, H., Utomo, B.A., Darmawangsa, G. M., dan Karo-Karo, R.E. 2015. Fitoremediasi limbah budidaya ikan lele (Clarias sp.) dengan kangkung (Ipomoea aquatica) dan pakcoy (Brassica rapa chinensis) dalam sistem resirkulasi. Ecolab, 9 (2): 47-104.
Farida, N.F., Abdullah, S.H. dan Priyati, A. 2017. Analisis kualitas air pada sistem pengairan akuaponik. Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 5 (2): 385-394.
Frasetya, B., Taofik, A. dan Firdaus, R.K. 2018. Evaluasi variasi nilai electrical conductivity terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada sistem NFT. Agro, 5 (2): 95-102.
Gardner, F. P., Pearce, R.B., dan Mitchell, R.L. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI press, Jakarta.
Gunawan, S. 2016. 99% Sukses Budidaya Lele. Penebar Swadaya, Cibubur Jakarta Timur.
Hariati, I., Nisa, T.C., dan Barus, A. 2012. Tanggap pertumbuhan dan produksi bengkuang terhadap beberapa dosis pupuk kalium dan jarak tanam. Agroekoteknologi, 1 (1): 99-108.
Haryadi, D., Yetti, H., dan Yoseva, S. 2015. Pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan (Brassica alboglabra L.). Jom Faperta, 2 (2): 1-10.
Hendriyani, I.D, dan Setiari, N. 2009. “Kandungan klorofil dan pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis) pada tingkat penyediaan air yang berbeda”. Skripsi. Biologi FMIPA, Universitas Diponegoro, Semarang.
Indah L. S, Hendrarto, B., dan Soedarsono P. 2014. Kemampuan eceng gondok (Eichhornia sp.), kangkung air (Ipomoea sp.), dan kayu apu (Pistia sp.) dalam menurunkan bahan organik limbah industri tahu (skala laboratorium). Diponegoro Journal of Maquares, 3 (1): 1-6.
Kadarwati, T.F. 2006. Pemupukan rasional dalam upaya peningkatan produktivitas kapas. malang: balai penelitian tanaman tembakau dan serat. Perspektif, 5 (2): 59-70.
Kamalia, S., Dewanti, P., dan Soedradjad, R. 2017. Teknologi hidroponik sistem sumbu pada produksi selada Lollo Rossa (Lactuca Sativa L.) dengan penambahan CaCl2 sebagai nutrisi hidroponik. Agroteknologi, 11 (01): 96-104.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2018. Refleksi dan Outlook, Jakarta.
Lestari W. 2013. Penggunaan Ipomoea aquatica Forsk. untuk fitoremediasi limbah rumah tangga. Semirata 2013 FMIPA Universitas Lampung. Lampung, Indonesia, 1 (2): 441-446.
Liferdi, L. 2010. Efek pemberian fosfor terhadap pertumbuhan dan status hara pada bibit manggis. Hort, 20 (1): 18-26.
Markwell, J., Osterman, J.C and Mitchell, J.L., 1995. Calibration of the Minolta SPAD-502 leaf chlorophyll meter. Photosynthesis research, 46 (3): 467-472.
Marschner, H. 1986. Mineral Nutrition of Higher Plants. Academic Press, London.
Netto, A.T., Campostrini, E., de Oliveira, J.G. and Bressan-Smith, R.E., 2005. Photosynthetic pigments, nitrogen, chlorophyll a fluorescence and SPAD-502 readings in coffee leaves. Scientia Horticulturae, 104 (2): 199-209.
Nugroho, R.A., Pambudi, L.T., Chilmawati, D. dan Haditomo, A.H.C. 2012. Aplikasi teknologi aquaponic pada budidaya ikan air tawar untuk optimalisasi kapasitas produksi. Saintek Perikanan, 8 (1): 46-51.
Nursanti, I. 2010. Tanggap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap aplikasi pupuk organik berbeda dosis. Jurnal Ilmiah Universitas Batang Hari Jambi, 1 (1): 13-17.
Oktabriana, G. 2017. Upaya dalam meningkatan pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) dengan pemberian pupuk organik cair. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 2 (1): 12-19.
Petrea, S.M., Cristea, V., Dediu, L., Contoman, M., Stroe, M.D., Antache, A., Coadă, M. T., and Placinta, S. 2014. Vegetable production in an integrated aquaponic system with stellate sturgeon and spinach–matador variety. Animal Science and Biotechnologies, 24 (1): 235-245.
Polii, M.G.M .2009. Respon produksi tanaman kangkung terhadap variasi waktu pemberian pupuk kotoran ayam. Soil Environment, 1 (7): 18-22.
Prasetyo, H.P., Pata’dungan, Y.S., dan Isrun. 2018. Pengaruh pupuk kandang domba terhadap serapan nitrogen (N) tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada entisols lembah palu. Agrotekbis, 6 (4): 506-514.
Putra, I., Mulyadi., Pamukas, N.A., dan Rusliadi. 2013. peningkatan kapasitas produksi akuakultur pada pemeliharaan ikan selais (Ompok sp) sistem aquaponik. Perikanan dan Kelatuan, 18 (1): 1-10.
Rokhmah, N.A., Ammatillah, C.S., dan Sastro, Y. 2014. Vertiminaponik, mini akuaponik untuk lahan sempit di perkotaan. Buletin Pertanian Perkotaan, 4 (2): 14-22.
Ruhnayat, A. 2007. Penentuan kebutuhan pokok unsur hara N, P, K untuk pertumbuhan tanaman panili (Vanilla planifolia Andrews). Buletin Littro (http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/Buletin/.../5-panili.pdf,) [Diakses tanggal 14 Agustus 2011].
Saptarini, P. 2010. “Efektivitas Teknologi Aquaponik Dengan Kangkung Darat (Ipomoea reptans) Terhadap Penurunan Amonia pada Pembesaran Ikan Mas”. Skripsi. Departemen MSP FPIK, Institut Pertaian Bogor, Bogor.
Sari, B.P., Santoso, M., dan Koesriharti. 2016. Pengaruh komposisi media tanam dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman sawi pak choi (Brassica rapa L var. Chinensis). Produksi Tanaman, 4 (5): 399-405.
Setiawan, H. 2017. Kiat Sukses Budidaya Cabai Hidroponik. Bio Genesis, Yogyakarta.
Setijaningsih, L., dan Umar, C. 2015. Pengaruh lama retensi air terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) pada budidaya sistem akuaponik dengan tanaman kangkung. Berita Biologi, 14(3): 267-275.
Syariefa, E., Duryatmo,S., Angkasa, S., Apriyanti, R.N., Raharjo, A.A., Rizkika, K., Rahimah, D.S., Titisari, A., Setiyawan, B., Vebriansyah, R., Fadhila, R., Nugroho, H., dan Awaluddin, M. 2014. Hidroponik Praktis. PT. Trubus Swadaya, Jakarta.
Tintondp. 2015. Hidroponik Wick System. PT Agro Media Pustaka, Jakarta.
Utami, S. 2005. “Pengaruh Sistem Olah Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays Saccharata Strurt)”. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.
Widuri, L.I., Lakitan, B., Hasmeda, M., Sodikin, E., Wijaya, A., Meihana, M., Kartika, K., and Siaga, E. 2017. Relative leaf expansion rate and other leaf-related indicators for detection of drought stress in chili pepper (Capsicum annuum L.). Australian journal of crop science, 11 (12): 1617-1625.
Published
20-06-2020
Issue
Vol. 14 No. 1 2020: Jurnal Agroteknologi
Pages
33-43
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Agroteknologi
How to Cite
Rahmadhani, L.E., Widuri, L.I., & Dewanti, P. (2020). Kualitas mutu sayur kasepak (kangkung, selada, dan pakcoy) dengan sistem budidaya akuaponik dan hidroponik. Jurnal Agroteknologi, 14(1), 33-43. https://doi.org/10.19184/j-agt.v14i01.15481